Manners at Campus Life
- Nov 11, 2017
- 6 min read
Hello!
Happy Saturday Night, ya!
Buat yang nggak kemana-mana, mendingan baca tulisan gue hehehe
InshaAllah, akan menghibur kalian, amin...
Berdasarkan polling yang sudah dilakukan melalui instagram stories, konten kali ini akan membahas seputar "manners". Hmm, mungkin kedengarannya cukup mirip dengan tulisan gue sebelumnya yang berjudul "Etika Bersosialisasi" yah, tapi nggak kok, ini akan berbeda tentunya!
Kira-kira kenapa ya gue harus membahas tentang ini?
Yup! It's because I've been experienced it myself about the downside of having mannerless friends.
Karena dunia perkuliahan itu adalah dunia yang completely different dari dunia SD, SMP dan SMA, maka kita harus pintar-pintar berbenah diri.
"Kenapa?"
Karena kita bertemu sama orang baru, dengan kebiasaan yang berbeda, dan cara pandang yang berbeda pula.
Therefore, kita perlu membahas ini.
Do's :
1. Berbuat baik kepada semua orang, tetapi jangan lupa berhati-hati karena terkadang ada yang memanfaatkan kebaikan kita untuk hal yang enggak-enggak.
2. Bertemanlah sewajarnya saja. Teralu menutup diri nggak baik, teralu membuka diri juga nggak baik. Balaslah kebaikan dengan kebaikan dan balaslah keburukan dengan doa. Sesimple itu, kok. Atau, kalian boleh menghindar dari teman yang kalian nggak suka atau yang membuat kalian nggak nyaman, untuk menghindari kebencian yang berkepanjangan juga. Yang penting, nggak perlu umbar keburukan mereka.
3. Say "Thank you", ask for appology, and use "please" as our basic cultural habits. Kalimat barusan pernah gue ucapkan di salah satu caption postingan instagram gue. Mungkin gue juga sudah pernah cerita bahwa menurut teman gue, 3 kata yang bisa membedakan kalian sebagai manusia yang memiliki manner dengan yang tidak memiliki manner adalah "terima kasih", "maaf" dan "tolong". Kenapa gue bilang seperti itu? Karena dengan 3 kata itu, all orders that we have asked would sounds polite. "Ketika kita meminta, kita berada dibawah" setidaknya itu juga salah satu quotes dari teman gue yang lainnya yang sampai sekarang melekat di otak gue.
4. Jauhi diri kalian dari miss gossip kampus! Karena dengan membicarakan keburukan seseorang yang nggak kalian kenal atau jikapun kenal, tapi kalian nggak merasakan langsung kerugian yang diakibatkan oleh subjek gossip tersebut, hidup kalian nggak akan tambah berkualitas juga! Masih mending, kalau yang di gossipkan adalah seorang entertainer, tapi ini sekedar teman satu angkatan, adik tingkat, kakak tingkat, maupun alumni mah nggak bikin kalian dianggap up to date juga, kok! Lagipula, jika kalian teralu sering dekat-dekat miss gossip, bisa jadi ketika kalian nggak ada, miss gossip malah membicarakan keburukan kalian....
5. Biasakan hidup berbagi dan toleransi. Sebagai Mahasiswa, kita akan lebih merasakan kehidupan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya. Berbagi adalah salah satu bentuk aktivitas makhluk sosial, jangan pernah pelit soal pinjam-meminjam barang ke teman (PS : asalkan kita sudah mengenalnya dengan baik alias sudah kita percaya, and make sure that they're not a thief hehe), tetapi ingat, harus dengan proporsi yang baik dan jika sebagai orang yang meminjam maka jangan sampai si peminjam jadi kesulitan, juga kembalikanlah barang yang dipinjam tepat waktu (PS : usahakan jangan sering meminjam uang karena nggak baik, loh!) Kemudian soal toleransi, yang dimaksud disini adalah menghargai perbedaan, apapun itu. Di dunia perkuliahan kita akan bergabung secara heterogen. Maka dari itu, yang dulunya di masa SMA sering berbicara tidak sopan terhadap suatu kaum, maka biasakan diri untuk menjaga ucapan. Alih-alih punya teman dari berbagai lapisan dan elemen masyarakat, malah kalian nanti nggak punya teman, deh.
Dont's :
1. Ketika baru kenal dengan teman atau kakak tingkat di dunia perkuliahan, setidaknya berikan first impression yang baik.
"Bagaimana caranya?"
Gampang! Kalian hanya perlu bersikap sopan dan berbicara dengan bahasa yang mudah di mengerti juga. Mungkin bisa dimulai dari melempar senyum duluan, kemudian perkenalkan diri dan asal daerah, lalu ngobrol untuk approach and get to know each other seputar issues yang lagi happening atau soal alasan memilih jurusan di perkuliahan.
2. Jangan langsung melakukan transaksi pinjam-meminjam uang dengan orang yang baru kalian kenal beberapa minggu atau bahkan hitungan hari.
"Kenapa?"
Dunia perkuliahan itu akan memperkenalkan kita pada perbedaan yang indah. Berbeda suku, agama, ras, bahasa, dan lain-lain. Termasuk latar belakang keluarga dan kondisi ekonomi. Mungkin saja, teman kalian yang kelihatannya hedon malah sebenarnya sedang menutupi masalah finansialnya atau teman kalian yang selalu hidup sederhana justru sebenarnya anak konglomerat dari daerah asalnya. Jadi, daripada kalian salah sasaran dan membuat hidup teman kalian sengsara, jangan dibiasakan melakukan pinjam-meminjam uang atau berhutang. Karena kita nggak pernah tahu hal buruk apa yang akan terjadi dengan kita ataupun dia. Intinya, distance yourself from troubles, guys! Ingat, kalian kan jauh dari orang tua:( #sad
3. Jangan perlakukan teman di perkuliahan secara sama dengan teman di daerah asal kalian.
"Memangnya salah ya?"
Nggak salah, tapi sebaiknya jangan. Karena nggak semua orang yang kita kenal dapat memahami seluk beluk baik dan buruknya kita secara cepat. Bisa jadi kita yang aslinya suka bergurau dan bicara ceplas-ceplos malah dipertemukan dengan tipikal orang yang mudah tersinggung. Nah, untuk menghindari hal tersebut, selalu coba berbuat baik dan bicara yang sopan pada teman kalian dalam keadaan apapun. Jangan membawa kebiasaan cara bergaul kalian di SMA dengan di kuliah. Ditakutkan, ada perkataan atau perbuatan yang nggak berkenan di hati mereka dan alih-alih punya banyak teman, kita malah di bicarain dari belakang dan kena fitnah yang nggak bener hanya karena ada 1 orang yang sakit hati sama kita, sehingga image kita nanti jadi buruk.
4. Jangan mudah percaya dengan teman yang baru dikenal.
"Yah, susah, gimana dong?"
Belajar untuk bisa melakukannya, ya! Karena kita nggak pernah tahu orang yang kita kenal adalah orang yang fake atau genuine. Ketika kita kena sial dan orang yang kita anggap teman baik adalah orang yang sangat penuh kepalsuan dan sandiwara, bisa-bisa semua rahasia lo yang ada ditangannya bisa mudah disebarkan begitu saja pada orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hati-hati dalam berbicara dan pilih-pilih rahasia apa yang pantas diceritakan dan tidak. Biasanya, ini juga untuk menghindari perselisihan yang terjadi, karena biasanya pertemanan di dunia kuliah itu umurnya pendek dan bahaya banget jika kemarin si A adalah teman curhat lo dan besoknya si A adalah musuh sejati lo hingga dewasa. Wah, jangan sampai si A membeberkan keburukan dan rahasia gelap lo pada khalayak umum, ya!
5. Jangan seenaknya meminta tolong ataupun sembarangan menolong.
"Maksudnya?"
Meminta tolong itu halal, nggak dosa. Tetapi kita harus tahu waktu, kondisi, dan tempat ya! Nggak serta merta, ketika kita kenal dengan seseorang, kemudian kita bisa seenaknya meminta bantuan dia. Ingat, nggak semua orang bisa jujur dan berani menolak permohonan tolong kalian, loh! Maka dari itu, we have to ask properly to them like "hey are you free rn? would you mind to help me blablablabla" atau kalau di terjemahkan "hey kamu lagi sibuk nggak? aku boleh minta tolong blablablabla" gitu. Selain itu adalah kalimat yang lebih enak didengar, itu juga merupakan wujud respect kita ke dia sebagai orang yang saling mengenal. Disini yang gue maksud bukan berarti meminimalisir meminta bantuan atau pertolongan orang lain ya, tetapi yang gue bahas adalah lebih kepada cara meminta bantuan dan pertolongan yang baik itu sepeerti apa. Kemudian untuk menolong, menolong sendiri akan mendatangkan pahala jika ikhlas, tetapi jika nggak ikhlas? Jawab sendiri ya hehehe. Kenapa gue bilang jangan sembarangan menolong? Karena kita harus berhati-hati, ketika ada teman kalian yang tahu bahwa kalian adalah orang yang sangat helpful, bisa jadi akan ada momen dimana kalian merasa dimanfaatkan oleh mereka dan jika memang itu benar terjadi, sikap yang harus diambil adalah menjauhi mereka. Tapi bagaimana jika itu hanya negative thinking kita saja? Bahaya kan, bisa salah paham dan menyebabkan permusuhan.
6. Jangan hanya datang jika butuh, ya!:)
"Setuju!"
Iya dong, jika lo ingin diperlakukan dengan baik, maka perlakukanlah orang lain dengan baik pula. "Treat people the way you want to be treated" kata Gigi Hadid sih gitu, guys! Jika lo benar-benar menganggap dia seorang teman, maka perlakukan layaknya seorang teman. Bukan sebagai psikiater yang hanya dibutuhkan ketika ada masalah ataupun pegadaian yang hanya dibutuhkan ketika ingin pinjam sesuatu. Meskipun baru kenal, dan kalian takut untuk teralu membuka diri, tapi caranya bukan seperti itu, guys...
Tetap kalian harus take and give. Bukan, bukan perhitungan, kok. Tapi hanya sebagai bentuk apresiasi kita akan kebaikan teman kita selama ini. Offers some help eventho' they didn't ask. Mereka pasti akan menerima dengan senyuman dan merasa bersyukur. Percayalah, bahwa kalian pasti akan membutuhkan dia suatu hari nanti, maka dari itu be good to everyone, don't ease them.
Gue sendiri punya pengalaman dengan beberapa orang mutual friends dari Wichak. Pengalamannya nggak buruk kok, dan nggak bisa gue ceritakan juga, tapi dengan mengalami hal tersebut, i learned how to communicate with people properly. Ketika kalian punya mutual friends, ingatlah bahwa kalian punya gap yang cukup jauh untuk bisa berkomunikasi secara informal, dan nggak serta merta mutual friends tersebut bisa kalian perlakukan layaknya teman yang nempel sama kalian sehari-hari di kampus. Nggak bisa juga kalian seenaknya sama seorang teman yang cukup dekat hingga membuat risih karena kebiasaan kalian di rumah yang aneh-aneh dan nggak bisa dimengerti orang lain.
Intinya, meskipun kalian harus menjadi diri sendiri, tapi you should know how to behave. Posisikan diri kalian pada tempatnya, nggak semua orang mau menerima diri kalian secara utuh, maka dari itu, harus dilakukan secara bertahap, dan manners atau etika itu harus selalu dipakai. Nggak peduli apakah itu kepada teman sebaya, orang yang lebih tua ataupun bahkan kepada yang lebih muda.
Jangan sampai kalian dikenal sebagai orang yang nggak sopan, dan disangka nggak pernah diajarkan etika oleh orang tua kalian. Untuk itu, jangan malu mengingatkan satu sama lain untuk kehidupan di kampus dan dunia perantauan yang lebih baik lagi! Gue pribadi juga masih belum sempurna, maka dari itu disini gue ingin sharing agar kita bisa sama-sama belajar dari pengalaman.
Thank you! Night, friends! Love, V-A
Comments